Penyelidikan Epidemiologi Kasus DBD, RT 02 RW 08 Kelurahan Mekarsari

BLUD UPTD Puskesmas Banjar 3 kembali menerima laporan kasus DBD. Kali ini laporan berasal dari wilayah RT 02 RW 08 Lingkungan Cimenyan Kelurahan Mekarsari. Penderita DBD adalah dua orang anak, kakak beradik di wilayah tersebut. Upaya menindaklanjuti laporan warga tersebut, pada hari Senin, 9 Maret 2020, tim yang terdiri dari petugas Surveilans, Kesehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan dari BLUD UPTD Puskesmas Banjar 3 disertai Bapak Lurah, Kasie Kesra Kelurahan Mekarsari dan Ketua RT 02 RW 08 Kel. Mekarsari melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap 20 rumah di sekitar rumah penderita. Berdasarkan hasil PE tersebut ditemukan 3 rumah positif jentik, sementara 17 lainnya bebas jentik. Dengan kata lain, jumlah rumah yang positif jentik kurang dari 5%, sehingga prosedur fogging tidak perlu dilakukan, karena prasayarat untuk fogging focus adalah jika ditemukan 5% rumah yang di-PE positif jentik.

Seringkali dijelaskan bahwa fogging bukanlah pencegahan DBD, karena hanya mematikkan nyamuk dewasa saja dan tidak efektif untuk jentik nyamuk. Pihak Puskesmas tidak mungkin bekerja sendiri dalam pencegahan dan penanganan DBD ini, namun membutuhkan kerjasama lintas sektoral untuk turun serta berpartisipasi aktif  dalam pencegahan DBD. Berbagai penyuluhan terus dilakukan sebagai upaya preventif dan promotif terhadap kasus DBD. Melalui 3M Plus, menguras bak tempat penampungan air, mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air dan Plus nya adalah dengan menggunakan lotion anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk dan tidak menggantung pakaian bekas pakai, karena nyamuk Aedes menyukai aroma keringat manusia.

Ayo, bersama kita bisa cegah Demam Berdarah. Melalui PSN mari tingkatkan kesadaran bahwa kasus DBD ini adalah tanggung jawab bersama.

About Puskesmas Banjar 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *