Launching BIAN, Walikota Banjar Ajak Balita Dapatkan Imunisasi Dasar Lengkap

Wali Kota Banjar, Dr. Ade Uu Sukaesih, M.Si hari ini melaksanaan Launching Pelaksanaan BIAN di Kota Banjar yang bertempat di Posyandu Mekar Saluyu Desa Mulyasari Kecamatan Pataruman. (Rabu, 3/8/2022).

Hadir mendampingi walikota, diantaranya : Kapolres, Kajari, Kepala Kemenag, Kadisdikbud, Ketua TP PKK Kota Banjar,  anggota Koramil 1325 Pataruman Langensari, anggota Polsek Pataruman, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unit Dinas Kesehatan Kota Banjar, dan perwakilan beberapa OPD di Kota Banjar.

Dalam sambutannya Walikota Banjar mengharapkan agar capaian BIAN dapat memenuhi target yang ditetapkan. “Bersamaan dengan momentum Hari Keluarga Nasional saya mengharapkan agar semua balita di Kota Banjar mendapatkan imunisasi dasar lengkap agar anak-anak kita sehat”, katanya.

Pada kesempatan yang sama, walikota mengimbau agar masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis booster agar segera divaksin.

BIAN dilaksanakan serentak di provinsi di Pulau Jawa dan Bali melalui kegiatan : 1). Melaksanakan imunisasi tambahan measles-rubella (campak-rubela) pada anak usia 9-59 bulan tanpa memandang status vaksinasi, dan 2). Melakukan Imunisasi Kejar bagi anak balita usia 12-59 bulan yang belum lengkap imunisasi rutinnya (lima imunisasi dasar lengkap).

Sebelumnya, saat memberikan sambutan pada apel gabungan di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kota Banjar, Wali Kota Banjar menghimbau agar semua OPD dan komponen masyarakat mendukung suksesnya pelaksanaan BIAN di Kota Banjar, diantaranya melalui : sosialisasi pentingnya imunisasi, memotivasi serta memobilisasi sasaran BIAN untuk mendatangi pos pelayanan imunisasi terdekat, serta berpartisipasi aktif dalam melawan miss-informasi (hoaks) dengan menyajikan berita/informasi positif.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. H. Andi Bastian mengatakan bahwa dampak dari adanya pandemi COVID-19 pada dua tahun terakhir mengakibatkan penurunan cakupan imunisasi dasar pada bayi yang menyebabkan jumlah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin bertambah banyak. “Imunisasi tambahan Campak-Rubella dan Kejar Imunisasi yang dilaksankan melalui BIAN ini diharapkan dapat membentuk antibodi balita sehingga terbentuk kekebalan komunitas (herd immunity) yang pada akhirnya mengurangi risiko Kejadian Luar Biasa penyakit di kemudian hari”, tambahnya.

dansyah.epidly

About dinkes_banjar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *