Waspada DBD di Musim Penghujan

Musim penghujan telah dimulai sejak beberapa pekan terakhir. Selain banjir, ada lagi yang harus kita waspadai selama musim penghujan, seperti Demam Berdarah Dengue atau biasa disingkat DBD.

Saat ini Indonesia masih merupakan wilayah endemis penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ini, dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air. Penyakit DBD ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus dan bisa menyerang siapa saja dari berbagai usia, yang dapat berujung fatal bila tidak tertangani dengan tepat.

 

Gejala DBD

Gejala umum yang muncul antara lain:

  • Demam tinggi mendadak

  • Sakit kepala

  • Ruam

  • Nyeri otot dan sendi

  • Mual dan muntah serta kelelahan

  • Pada kasus yang parah terjadi pendarahan hebat dan syok, yang membahayakan nyawa.

Pada umumnya penderita DBD juga akan mengalami fase demam selama 2-7 hari.

Fase Demam

  • Fase pertama (hari ke 1-3): Demam yang cukup tinggi hingga 40°C

  • Fase kedua (hari ke 4-5): Merupakan fase kritis, penderita akan mengalami turunnya demam hingga  37°C dan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan).

  • Fase ketiga (hari ke 6-7): Penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.

Pasien harus segera ke dokter begitu merasakan gejala-gejala siklus awal DBD, agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat.

Mengingat obat untuk membunuh virus Dengue hingga saat ini belum ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih terus dikembangkan, maka cara terbaik yang dapat kita lakukan adalah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus di lingkungan kita.

3M Plus:

  1. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin.

  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

  3. Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.

Plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk:

  1. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

  2. Menanam tanaman pengusir nyamuk

  3. Tidur menggunakan kelambu

  4. Memasang kawat kasa di lubang ventilasi

  5. Menggunakan repellent/ lotion anti nyamuk

  6. Tidak menggantung pakaian yang sudah dipakai

  7. Memasang ovitrap/lavitrap/ mosquito trap

  8. Larvasidasi di tempat yang sulit dikuras/ ditutup

Mari bersama kita lakukan langkah-langkah pencegahan tersebut untuk mencegah penularan DBD di sekitar kita.

sumber : https://promkes.kemkes.go.id/musim-penghujan-tiba-waspada-dbd-di-lingkungan-kita

About dinkes_banjar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *